SEBELAS HUKUM “THE FIFTH DISCIPLINE” MENURUT PETER M. SENGE

Menurut Peter M. Senge dalam bukunya berjudul adalah The Fifth Discipline mengemukaka ada 11 sistem berpikir. Sistem berpikir ini diperlukan untuk membangun organisasi agar benar-benar dapat “belajar” dan “terus-menerus” dapat meningkatkan kapasitas untuk mewujudkan cita-cita tertingginya. Berikut ini akan saja jelaskan tentang sebelas hukum tersebut.

1.Masalah-masalah yang dihadapi sekarang berasal dari pemecahan masalah pada masa lalu (Today’s problem come from yesterday’)

Setiap Masalah apapun yangg terjadinya saat ini adalah akibat masalah pernah yang kita lakukan dari masalah sebelumnya. Bisa jadi solusi yang kita terapkan pada masalah masa lalu justru kan menjadi masalah hari ini. Hal ini bisa terjadi karena pada saat memecahkan masalah di masa lalu tidak memperhatikan faktor lain yang timbul dari solusi tersebut. Kita hanya seolah memindahkan permasalahan ke tempat lain dan waktu yang berbeda. Bisa jadi individu yang menhadapi masa kini memiliki perspektif yang berbeda dengan orang yang memberikan solusi pada waktu lampau sehingga apa yang dulunya dianggap sebagai solusi ternyata bagi orang lain pada saat sekarang justru menjadi permasalahan. Dalam organisasi apapun bentuknya terdapat banyak masalah terdapat berbagai masalah yang muncul maka siapa saja yang ada dalam organisasi harus bisa memecahkan masalah yang terjadi agar organisasi tersebut selalu tetap hidup dalam menghadapi tantangan perubahan dalam era globaolisasi saat ini.

2. Semakin keras kita menekan, semakin keras pula sistem akan menolak kembali (The harder your push, the harder the system pushes back)

Yang dimaksud dengan hukum ini adalah semakin kita mencoba untuk memaksa keinginan kita memperbaiki system yang rusak dalam organisasi, maka kita akan menghadapi suatu tekanan yang lebih kuat dari bawah. Contohnya dalam seorang yang memimpin suatu organisasi kalau ada diantara orang yang tidak setuju atas kepemimpinannya maka ia jangan terlalu keras ingin menyingkirkan mereka. Kalau kita menekan mereka dengan mengeluarkannya dari organisasi maka mereka akan melawan dan menghantam pimpinan tersebut. Yang perlu dilakukan adalah mencari seorang pemimpin adalah membina mereka agar tidak melakukan tekanan yang keras melainkan dengan jalan membina mereka agar mereka merasa memiliki dan loyal terhadap pimpinan organisasi tersebut.

3.Perilaku tumbuh lebih baik sebelum tumbuh menjadi lebih jelek (Behavior grows better before it grows worse)

Dalam konsep ini manusia yang komplek selalu banyak cara untuk membuat segala sesuatu terlihat lebih baik dalam jangka pendek. Hanya akhirnya umpan balik kompensasi datang kembali mengunjungi anda. Kata kunci dalam hukum kedua ini adalah “akhir atau keterlambatan. Jadi yang saya pahami dari hukum ini adalah semua langkah apapun yang dilakukan dalam system organisasi agar berusaha untuk melakukan yang terbaik sebelum keburukan itu akan terjadi.

4.Jalan Keluar yang mudah biasanya mengarah pada jalan kembali (The easy way out usually leads back in)

Maksud dari kontek ini adalah apabila pemecahan masalah mudah di lihat atau jelas bagi setiap orang, mungkin mudah untuk ditemukan. Dan apabila mendorong lebih kuat pada pemecahan yang dikenali, sementara masalah dasar tetap berlangsung atau lebih parah, merupakan indicator nyata dari berpikir non system. Jadi dalam suatu organisasi agar bisa memecahkan masalah apapun yang terjadi dengan baik dan sesuai pendekatan system. Dengan melakukan pendekatan tesebut akan melahirkan kemudahan terhadap segala permasalahan apapun yang dialami dalam organisasi.

5. Obat bisa jadi lebih buruk daripada penyakitnya (The cure can be worse than the disease)

Setiap Solusi yang kita berikan terhadap suatu masalah bisa jadi lebih parah daripada masalahnya. Memberikan permasalahan kepada pihak lain untuk dipecahkan sebenarnya suatu solusi yang tidak baik menurut Senge. Seharusnya organisasi memberikan jalan keluar untuk menghadapi jalan mengatasi masalahnya sendiri.Contohnya program Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional dan Sekolah Bertaraf Internasional pada dasarnya sekolah ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia dengan mengambil model sistem pendidikan dari Negara lain namun terjadi masalah baru dalam system pendidikan Indonesia seperti mahalnya biaya pendidikan dan menutup kemungkinan orang miskin untuk memperoleh pendidikan yang berkualitas. Oleh karenanya ketika memberikan solusi terhadap suatu masalah harus diperhitungkan dampak terhadap keseluruhan sistem. Jangan sampai solusi yang diberikan malah menimbulkan masalah yang lebih besar. Untuk itu perlu berfikir sistem.

6.Makin cepat berarti makin lambat (Faster is Slower)

Menurut konsep Peter M Senge bahwa sebenarnya semua system memiliki tingkat pertumbuhan yang optimal. Tingkat optimal jauh lebih kecil dibanding dengan kemungkinan pertumbuhan yang paling cepat. segala sesuatu memiliki tingkat pertumbuhan sesuai kapasitasnya, baik itu dalam dunia alam maupun organisasi. Kenyataan menunjukkan bahwa organisasi yang akan bertahan adalah organisasi yang tumbuh dan berkembang dengan wajar. Sebagai contoh: Keinginan pemerintah untuk menerapkan program otonomi daerah di seluruh indonesia pada hal masih banyak provinsi yang belum siap untuk melaksanakannya karena keterbatasan sumber daya manusia yang dimilikinya. Dengan penerapan system ini maka akan mengakibatkan mengakibatkan terlambatnya pembangunan Indonesia secara keseluruhan.

7.Penyebab dan akibat tidak memiliki hubungan yang erat dalam dimensi waktu dan ruang (Cause and effect are not closely related in time and space)

Kita berasumsi bahwa sebab dan akibat terjadi sangat erat. Hal tersebut membuat sulit untuk menemukan penyebab utama, seperti kendur kepercayaan publik dari pejabat sekolah dan pejabat publik lainnya. Langkah pertama dalam melihat realitas secara sistemik adalah membuang pikiran sederhana mengenai sebab-akibat.
Sebagai contoh : Dampak krisis ekonomi mengakibatkan terjadinya lost-of-generation yang akan tampak pada beberapa dekade kemudian; Pelayanan yang kurang informatif akan menurunkan revenue karena pasien yang pergi ke tempat lain

8.Perubahan kecil akan dapat memberikan hasil yang besar, tetapi ruang lingkup tingkatan seringkali membuat kenyataan menjadi semakin kabur (Small changes can product big results but the areas of highest leverage are often the least obvious)

Bahwa perubahan kecil dapat menghasilkan perbaikan yang sangat besar. Oleh karenanya kita tidak boleh meremehkan hal-hal kecil. Hal-hal kecil kadang justru menjadi “pengungkit” dan bisa merubah sesuatu yang besar. Contoh nyata adalah fenomena jejaring sosial facebook yang dikembangkan oleh Mark Zukenberg awalnya dia hanya melakukan perubahan kecil saja teradap aplikasi jejaring sosial yang ada sebelumnya. Ternyata perubahan kecil yang ia lakukan berdampak luar biasa dan menjadi daya ungkit yang besar

9. Anda dapat memiliki ‘kue’ dan memakannya-tetapi tidak pada saat yang bersamaan (You can have your cake ant eat it too but not once)

Ketika mendapatkan hal yang bagus kita tidak serta merta bisa langsung menggunakannya langsung. Butuh waktu, proses dan pemikiran yang matang sehingga sesuatu yang bagus itu dapat dimanfaatkan secara maksimal. Menurut Peter M Senge menyajikan ungkapan ini dengan maksud menunjukkan bahwa seringnya kita menghadapi dilema memilih sesuatu dengan pikiran kalau tidak yang ini atau yang itu, karena kita terpaku hanya pada saat itu. Sebenarnya kita bisa memilikinya dua-duanya namun perlu proses, dan di situlah letaknya kekuatan systems thinking.

10. Membelah gajah tidak menghasilkan dua gajah kecil (Dividing an elephant in half does not produce two small elephants)

Sistem kehidupan memiliki integritas. Karakter dari sistem hidup tergantung dari keseluruhan. Begitu juga untuk memahami organisasi diperlukan pemahaman secara keseluruhan, secara sistematis dan berfikir sistem. Peter M Senge mengatakan bahwa untuk memahami masalah yang paling manajerial. Kita harus melihat seluruh masalah dari keseluruhan sistem yang dihasilkan. Ia mengingatkan bahwa melihat “gajah secara keseluruhan” tidak berarti setiap masalah organisasi dapat dipahami hanya dengan melihat seluruh organisasi. Masalah organisasi tidak juga bisa dilihat secara parsial. Permasalahan harus dilihat dan dipelajari keterkaitannya (interaksi) dengan masalah lain. Prinsip utama dari batasan sistem yakni interaksi yang harus dipelajari yang paling penting masalah saat ini tidak peduli batasan organisasi yang sempit.

11. Tak ada yang perlu disalahkan (There is no blame)

Ketika terdapat masalah dalam organisasi kita cenderung menyalahkan pihak luar untuk masalah kita sendiri. Kita menyalahkan orang yang ada dalam sistem dan dalam system tersebut. Namun jika kita berfikir sistem maka tidak ada yang perlu disalahkan. Kita dan penyebab permasalahan merupakan bagian dari sistem. (Sumber : The Fifth Discipline, Senge, 1990)

* Mahasiswa Program Doktor Pasca Sarjana Universitas Negeri Jakarta Program Studi Teknologi Pendidikan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s